azsayings.com 1,000,000++ Kutipan dan Pepatah

Neil Postman: "Bentuk garis demi garis, berurutan, terus-menerus dari...

"Bentuk garis demi garis, berurutan, terus-menerus dari halaman yang dicetak perlahan mulai kehilangan resonansinya sebagai metafora tentang bagaimana pengetahuan harus diperoleh dan bagaimana dunia harus dipahami. "Mengetahui" fakta mengambil makna baru, karena itu tidak menyiratkan bahwa orang memahami implikasi, latar belakang, atau koneksi. Wacana telegraf tidak mengizinkan waktu untuk perspektif sejarah dan tidak memberikan prioritas pada kualitatif. Bagi telegraf, intelijen berarti mengetahui banyak hal, tidak mengetahuinya."

--- Neil Postman

Versi Bahasa Inggris

The line-by-line, sequential, continuous form of the printed page slowly began to lose its resonance as a metaphor of how knowledge was to be acquired and how the world was to be understood. "Knowing" the facts took on a new meaning, for it did not imply that one understood implications, background, or connections. Telegraphic discourse permitted no time for historical perspectives and gave no priority to the qualitative. To the telegraph, intelligence meant knowing of lots of things, not knowing about them.