Viktor E. Frankl: "Suatu malam, ketika kami sudah beristirahat di lant...
"Suatu malam, ketika kami sudah beristirahat di lantai gubuk kami, mati lelah, mangkuk sup di tangan, seorang rekan tahanan bergegas masuk dan meminta kami untuk lari ke tempat berkumpul dan melihat matahari terbenam yang indah. Berdiri di luar, kami melihat awan menyeramkan di barat dan seluruh langit hidup dengan awan dengan bentuk dan warna yang terus berubah, dari baja biru hingga merah darah. Pondok lumpur abu-abu terpencil memberikan kontras yang tajam, sedangkan genangan air di tanah berlumpur mencerminkan langit yang bersinar. Kemudian, setelah beberapa menit terdiam, seorang tahanan berkata kepada yang lain, "Betapa indahnya dunia ini."
--- Viktor E. FranklVersi Bahasa Inggris
One evening, when we were already resting on the floor of our hut, dead tired, soup bowls in hand, a fellow prisoner rushed in and asked us to run out to the assembly grounds and see the wonderful sunset. Standing outside we saw sinister clouds glowing in the west and the whole sky alive with clouds of ever-changing shapes and colors, from steel blue to blood red. The desolate grey mud huts provided a sharp contrast, while the puddles on the muddy ground reflected the glowing sky. Then, after minutes of moving silence, one prisoner said to another, "How beautiful the world could be.
Anda mungkin juga menyukai:
Alexander Dolgun
3 Kutipan dan Pepatah
Alistair Cockburn
6 Kutipan dan Pepatah
Bryan Hayes
6 Kutipan dan Pepatah
K-Solo
2 Kutipan dan Pepatah
Ken Buck
18 Kutipan dan Pepatah
Marc Andreessen
116 Kutipan dan Pepatah
Mathew Baynton
9 Kutipan dan Pepatah
Nigel Sylvester
4 Kutipan dan Pepatah
Papa John Creach
3 Kutipan dan Pepatah
Renee Amoore
1 Kutipan dan Pepatah
Dalia Mogahed
47 Kutipan dan Pepatah
Lorenzo Snow
35 Kutipan dan Pepatah